CERPEN HANG TUAH
Dahulu kala ada sepasang suami istri hidup di desa Sungai Duyung, sang suami bernama Hang Mahmud dan sang istri bernama Dang Merdu. Keduanya dikaruniai seorang anak bernama Hang Tuah. Sungai duyung dipimpin oleh raja bintan yang bijak dan pemberani. Suatu malam sang suami bermimpi, ia melihat bahwa bulan turun dan bersinar tepat di atas kepala hang tuah, karena mimpinya itu, keesokan harinya Hang Mahmud membuat syukuran sebagai bentuk doa. Suatu hari,saat Hang Tuah sedang membelah kayu, ada pemberontak datang ke pasar sehingga menyebabkan banyak orang luka-luka. Karena kejadian itu hang tuah marah dan pergi untuk melawan pemberontak itu. Sang pemberontak mencoba menikam Hang Tuah, namun Hang Tuah berhasil menghindar, saat itu juga Hang Tuah mengayunkan kapaknya ke kepala pemberontak itu hingga ia mati. Karena kejadian itu, raja bintan sanat mensyukuri akan kehadiran Hang Tuah